marwas family

Marwa El-Sherbini, Mati Syahid Karena Membela Haknya

Mungkin 90% agan2 ini mengenal Michael Jackson dan sebagian lainnya menjadikannya pahlawan di dalam hidupnya. Menjadi sumber inspirasi atau apalah itu, meskipun kita tahu bahwa kehidupan Michael Jackson yang penuh dengan glamoritas berbanding 180° dengan kita. Dan saat kematiannya pun banyak orang-orang yang menangisinya.

Tapi, apakah kita mengenal seorang Ibu bernama Dr. Marwa El-Sherbini yang berasal dari Mesir? Sebagian kecil mungkin tahu, dan hampir semua daripada kita tidak mengenalnya, tidak pernah mendengarnya, atau bahkan sebagian lainnya menganggapnya tidak penting. Tidak banyak memang media-media lokal Indonesia dan media-media asing yang menampilkan berita tentang beliau. Kalaupun ada, mungkin tidak akan seramai pemberitaan media-media Islam di Mesir atau Iran. Dan apakah kita tahu berita tentang apakah yang membuatnya menjadi spesial di headline-headline Mesir dan Iran?

Pernahkah anda mendengar berita memilukan yang menceritakan tentang pembunuhan sadis? Menusuk-nusuk korbannya berkali-kali hingga mati, dan itu dilakukan di depan umum, bahkan di depan keluarganya!! Read More »

106th Infantry Division “Golden Lion”

Posted by Icuk On July - 8 - 2010ADD COMMENTS

http://www.wartimepress.com/WWII-Archives/images/92/106th%20Infantry%20Division%20patch.jpg
106th Infantry Division “Golden Lion”

106th Infantry Division diaktifkan pada tanggal 15 Maret 1943 di Fort Jackson, South Carolina dengan personel awal diambil dari anggota 80th Infantry Division. Setelah menyelesaikan tahap pelatihan dasar, divisi kemudian dipindahkan ke Tennessee pada tanggal 28 Maret 1944 untuk menyelesaikan tahap latihan lanjut. Kemudian divisi diberangkatkan ke Eropa, mendarat di Inggris pada tanggal 17 November 1944. Setelah mengikuti latihan tahap akhir guna persiapan ke medan perang, 106th dipindahkan ke Perancis pada tanggal 6 Desember 1944 dan kemudian pada tanggal 11 Desember menggantikan posisi 2nd Infantry Division di Schnee Eifel.

Lima hari kemudian, pada tanggal 16 Desember 1944, Jerman melancarkan serangan besar-besaran di Ardennes. Divisi yang baru tiba beberapa hari sebelumnya dan belum memiliki pengalaman tempur pun akhirnya terlibat dalam pertempuran sengit dengan pasukan Jerman. 422nd dan 423rd Infantry Regiment, beserta dengan 589th dan 590th Field Artillery Battalion, terpisah dari satuan divisi yang lain dan terkepung oleh pasukan Jerman. Walaupun sudah bertempur mati-matian, tetapi akhirnya dua resimen ini pun menyerah kepada pasukan Jerman pada tanggal 19 Desember 1944 (penyerahan diri terbesar pasukan AS di medan perang front Eropa). Sementara sisa divisi yang lain mengundurkan diri dan membentuk garis pertahanan di Saint Vinth.
Read More »

13th Airborne Division “Black Cat”

Posted by Icuk On July - 8 - 2010ADD COMMENTS

13th Airborne Division “Black Cat”

Entah benar atau tidak, tapi bagi sebagian besar orang maka angka 13 adalah angka sial. Demikian pula dengan nasib yang dialami oleh 13th Airborne Division. Dilatih sebagai unit pasukan elit seperti halnya divisi lintas udara yang lain, 13th Airborne Division tidak mendapat kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka di medan perang.

13th Airborne Division diaktifkan pada tanggal 13 Agustus 1943 di Forth Bragg, North Carolina. 13th Airborne adalah divisi lintas udara kelima atau yang paling akhir yang diaktifkan oleh US Army dalam Perang Dunia II (sebelumnya sudah ada 82nd, 101st, 11th, dan 17th Airborne Division). Sebagai divisi yang dibentuk paling akhir, 13th Airborne mengalami banyak kesulitan. Divisi tidak dapat melakukan latihan penerjunan secara besar-besaran (karena banyak pesawat transport lebih diutamakan untuk mendukung gerakan 82nd dan 101st Airborne Division yang pada saat itu sudah bertempur di Eropa). Akibatnya divisi tertahan di AS hingga bulan Februari 1945 dan selama itu divisi lebih banyak digunakan sebagai sumber tenaga pengganti untuk menggantikan personel dari 82nd dan 101st yang menjadi korban di medan perang.

Pada awal tahun 1945 barulah 13th Airborne Division diberangkatkan ke Eropa dan tiba di Perancis pada awal bulan Februari 1945. Sangat terlambat untuk terlibat dalam Operation Market Garden, dan juga terlambat untuk diturunkan dalam Battle of The Bulge. Kemudian divisi direncanakan untuk diterjunkan dalam Operation Varsity, penerjunan di sekitar sungai Rhine bersama 17th Airborne Division dan pasukan lintas udara Inggris dari 6th Airborne Division. Namun ternyata jumlah pesawat angkut yang ada hanya cukup untuk mengangkut dua divisi saja dan sebagai akibatnya, 13th Airborne Division sebagai divisi yang belum berpengalaman, dibatalkan penerjunannya. Read More »

12th Infantry Division

Posted by Icuk On July - 8 - 2010ADD COMMENTS

Philippine Command Shoulder Sleeve  Insignia.gif

12th Infantry Division

12th Infantry Division dibentuk sebagai Philippines Division pada tahun 1921dan merupakan bagian dari kekuatan militer AS di Filipina. Mengingat pada saat itu Filipina bisa dikatakan adalah wilayah koloni AS, maka kekuatan 12th Infantry Division adalah gabungan dari tentara AS dan personel militer Filipina dari Philippine Scouts (mungkin kalau di Indonesia seperti pasukan KNIL di jaman Hindia Belanda). Tugas utama divisi adalah mempertahankan Manila dan juga benteng militer AS di Bataan.

Menyusul pemboman Pearl Harbor, Jepang menyerbu Filipina pada bulan Desember 1941. 12th Infantry Division terlibat dalam Battle of The Philippines (Desember 1941-Mei 1942). Tidak mampu bertahan dari serangan Jepang, divisi terpukul mundur hingga Bataan dan Corregidor. Akhirnya pada bulan Mei 1942 divisi serta seluruh pasukan AS dan Filipina menyerah kepada Jepang. Banyak personel divisi yang kemudian menjadi korban dalam Bataan Death March dan tewas dalam kamp tawanan Jepang. Tapi sejumlah personel berhasil meloloskan diri dan kemudian melakukan perang gerilya terhadap pasukan Jepang.

Setelah Filipina kembali dikuasai AS, Angkatan Darat AS mereorganisasi ulang Philippines Division sebagai 12th Infantry Division dengan anggota sebagian besar berasal dari para eks tawanan perang dan para gerilyawan Filipina. Divisi kemudian bertugas menjaga keamanan di Filipina, melakukan patroli mencari sisa-sisa perlawanan Jepang, dan juga sempat ditugaskan sebagai pasukan pendudukan di Okinawa.

Setelah Jepang menyerah pada bulan Agustus 1945, divisi dibubarkan. Mengingat sebagian besar anggota divisi adalah warga Filipina, maka banyak veteran 12th Infantry Division yang kemudian bergabung dengan militer Filipina setelah Filipina memperoleh kemerdekaan dari AS pada tanggal 4 Juli 1946. Sementara sebagian lagi memilih menerima tawaran pemerintah AS, untuk pindah menjadi warga negara AS.

Sumber : www.kaskus.us

2nd Armored Division “Hell on Wheels”

Posted by Icuk On July - 8 - 2010ADD COMMENTS

2nd Armored Division “Hell on Wheels”

2nd Armored Division dibentuk pada tanggal 15 Juli 1940 di Fort Benning, Georgia. Komandan pertama divisi adalah Mayor Jenderal Charles L. Scott, dengan Kolonel Goerge S. Patton sebagai perwira yang bertanggung jawab atas pelatihan divisi. Ketika Scott diangkat menjadi komandan I Armored Corps, maka Patton (yang pada saat itu sudah dipromosikan menjadi Brigadir Jenderal) diangkat menjadi komandan divisi. Semasa Patton menjadi komandan divisi (1940-1942), 2nd Armored Division mendapat nama “Hell on Wheels” karena Patton mengibaratkan pasukannya yang berada di atas roda-roda kendaraan tempur akan memberikan neraka kepada musuh-musuhnya

Menyusul keterlibatan AS dalam Perang Dunia II, divisi disiapkan maju ke medan tempur. Unsur-unsur dari 2nd Armored Division ikut dilibatkan dalam pendaratan pasukan Sekutu di Afrika Utara pada bulan November 1942. Walaupun demikian, sebagai satu kesatuan unit militer, 2nd Armored Division baru maju ke medan perang saat dilibatkan dalam Operation Husky, pendaratan pasukan Sekutu di Sicilia pada tanggal 10 Juli 1943. Divisi kemudian bertempur di Butera, Campobello, dan berhasil menguasai Palermo. Setelah Sicilia dikuasai pasukan Sekutu, 2nd Armored Division ditarik ke Inggris sebagai persiapan pendaratan di Normandia.

Tanggal 9 Juni 1944 divisi mendarat di Normandia dan langsung terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Jerman (termasuk membantu 101st Airborne Division menghadapi serangan Jerman di Carentan). 2nd Armored Division juga dilibatkan dalam Operation Cobra di bulan Juli 1944, kemudian terus bergerak maju dan memasuki wilayah Belgia pada bulan September 1944. Selanjutnya divisi menyeberangi perbatasan Jerman, menyerang pertahanan Siegfried Line pada tanggal 3 Oktober 1944. Divisi terus bergerak maju menyeberangi sungai Wurm, menguasai Puffendorf dan Barmen.


personel 2nd Armored Division menawan pasukan Jerman. Perhatikan seragam kamuflase pasukan AS. Seragam itu tidak dipakai lagi di front Eropa Barat setelah September 1944, dan lebih banyak dipakai oleh pasukan AS di Front Pasifik.
Alasannya banyak kasus salah tembak karena mirip dengan kamuflase Jerman. Read More »

3rd Infantry Division “Rock of The Marne”

3rd Infantry Division diaktifkan pada bulan November 1917 di Camp Green, North Carolina sebagai bagian dari keterlibatan AS dalam Perang Dunia I. Delapan belas bulan kemudian divisi terlibat dalam pertempuran pertama mereka di Perancis dan dalam pertempuran inilah divisi memperoleh nama “Rock of The Marne”.

Tanggal 18 Juli 1918 Jerman melancarkan serangan besar-besaran ke daerah Reims dengan kekuatan sekitar 40 divisi. Serangan Jerman di sisi timur sungai Marne berhasil dipatahkan, namun posisi pasukan Perancis di sisi barat sungai Marne terkepung dan apabila posisi mereka berhasil direbut pasukan Jerman, maka Jerman dapat melancarkan serangan ke Paris. 3rd Infantry Division sebagia bagian dari American Expeditionary Force pun dikirim untuk membantu pasukan Perancis. Divisi berhasil membebaskan pasukan Perancis yang terkepung. Pasukan Perancis yang terkepung kemudian mengundurkan diri, namun 3rd Infantry Division menolak untuk mundur. “Nous Resterons La – We`ll Stay There” adalah jawaban dari divisi terhadap ajakan mundur pasukan Perancis. Divisi bertahan di Marne, menahan serangan pasukan Jerman, bahkan melakukan serangan balik. Kegagalan Jerman dalam serangan ini adalah awal dari kemenangan pasukan Sekutu dalam Perang Dunia I.

Jenderal John “Black Jack” Pershing, komandan American Expeditionary Force, mengatakan bahwa apa yang dilakukan 3rd Infantry Division selama pertempuran di Perancis adalah salah satu yang terhebat dalam sejarah militer AS. Dalam Perang Dunia I ini dua personel 3rd Infantry Division memperoleh Medal of Honor.

Setelah Perang Dunia I, 3rd Infantry Division bisa dikatakan dalam keadaan non-aktif hingga tahun 1940. Menyusul pecahnya Perang Dunia II, divisi kemudian diaktifkan kembali. 3rd Infantry Division adalah salah satu divisi yang bertempur melawan Jerman di semua front Eropa Barat dan merupakan salah satu divisi AS yang pertama kali terlibat pertempuran dalam Peran Dunia II. Read More »

2nd Infantry Division “Indian Head”

Posted by Icuk On July - 8 - 2010ADD COMMENTS



2nd Infantry Division “Indian Head”

Sejarah dari 2nd Infantry Division berawal pada tanggal 21 September 1917, saat AS terlibat dalam Perang Dunia I. Pada saat itu, dari unit-unit regular pasukan AS yang sudah berada di Perancis, diputuskan untuk menggabungkannya dalam satu kesatuan; antara lain menjadi 2nd Division. 2nd Division ini menjadi unik karena walaupun secara organisasi berada di bawah Angkatan Darat AS, tapi personelnya adalah gabungan dari Angkatan Darat dan Korps Marinir AS. Dari empat resimen infantri yang ada dalam 2nd Division, dua resimen berasal dari Angkatan Darat dan dua resimen lainnya dari USMC. Bahkan dari empat orang jenderal yang pernah memimpin 2nd Division dalam Perang Dunia I, dua orang di antaranya (Brigadir Jenderal Charles A.Doyen dan Mayor Jenderal John A.Lejeune) berasal dari USMC. Dalam sejarah, hanya pada saat itulah sebuah divisi Angkatan Darat AS dipimpin oleh perwira dari Korps Marinir AS.

Sepanjang musim dingin 1917-1918, divisi menghabiskan waktu dengan berlatih dengan bantuan para perwira Perancis yang sudah berpengalaman tempur. Walaupun kurang berpengalaman, tetapi kemudian divisi diterjunkan dalam Battle of Belleau Wood, berhasil menahan ofensif musim semi Jerman dan menggagalkan pasukan Jerman yang berusaha bergerak kearah Paris. Kemudian divisi terlibat dalam Battle of Chateau – Thierry, berhasil memenangkan pertempuran sengit di Soissons dan Mont Blanc. Dan akhirnya divisi terlibat dalam Battle of Argonne Forrest yang mengakhiri harapan Jerman untuk menang dalam Perang Dunia I. Setelah Jerman menyatakan kalah pada tanggal 11 November 1918, 2nd Division pun memasuki wilayah Jerman dan bertugas sebagai pasukan pendudukan AS sampai dengan bulan April 1919. Pada bulan Juli 1919 divisi akhirnya kembali ke AS. Selama Perang Dunia I, total divisi menderita korban 4.478 orang tewas dan 17.752 luka-luka (termasuk korban dari personel USMC yang bertugas di 2nd Division).

Setelah Perang Dunia I usai, 2nd Division ditempatkan di Fort Sam Houston di San Antonio, Texas. Seluruh personel 2nd Division yang berasal dari USMC dikembalikan kepada unit asal mereka. Selanjutnya divisi direorganisi ulang menjadi 2nd Infantry Division pada tahun 1940. Menyusul keterlibatan AS dalam Perang Dunia II, 2nd Infantry dikirim ke Camp Mc Coy di Sparta, Wisconsin pada tanggal 27 November 1942 untuk menjalani latihan perang dingin selama empat bulan. Akhirnya pada bulan Oktober 1943 divisi diberangkatkan dari pelabuhan New York dan mendarat di Belfast, Irlandia Utara. Kemudian divisi dipindahkan ke Inggris untuk menjalani lebih lanjut dan dipersiapkan untuk melakukan pendaratan di Perancis. Read More »

17th Airborne Division “Thunder From Heaven”

17th Airborne Division diaktifkan pada tanggal 15 April 1943 di Camp Mackall, North Carolina. Setelah melalui serangkaian latihan berat (mengingat divisi Airborne adalah pasukan elit, sepertin halnya 82nd dan 101st Airborne Division), maka pada tanggal 20 Agustus 1944 divisi diberangkatkan dari Boston dan tiba di Inggris pada tanggal 26 Agustus 1944. Mengingat divisi baru tiba di Inggris pada akhir bulan Agustus 1944 (dan banyak perlengkapan mereka yang belum tiba), maka mereka tidak dilibatkan dalam Operation Market Garden. Dalam Operation Market Garde, 17th Airborne Division hanya bertugas sebagai satuan cadangan dan tetap berada di Inggris.

Tanggal 16 Desember 1944 Jerman melancarkan serangan mendadak di Ardennes. Jenderal Eisenhower pun segera mengirim pasukan-pasukan yang ada untuk menahan serangan Jerman tersebut, tersebut mengirim tiga divisi lintas udara yang ada (divisi lintas udara 17, 82, dan 101). Namun karena pada waktu itu 17th Airborne berada di Inggris dan karena cuaca buruk, divisi tidak dapat segera dikirim ke medan tempur (sementara 82nd dan 101st Airborne yang memang berada di Perancis sudah bertempur di Bastogne). Cuaca baru menjadi cerah pada tanggal 23 Desember 1944, dan divisi segera diberangkatkan dari Inggris ke Perancis melalui penerbangan di malam hari. 17th Airborne kemudian bergerak ke Belgia dan pada tanggal 25 Desember 1945 sudah bertempur mempertahankan sungai Meuse dari serangan Jerman. Kemudian divisi bergerak Morhet, menggantikan 28th Infantry Division pada tanggal 3 Januari 1945.

Dari tanggal 4 sampai 9 Januari 1945 divisi bertempur dalam Battle of Dead Man`s Ridge. Kemudian pada tanggal 18 Januari membebaskan 11th Armored Division yang tertahan di Houffalize, mengepung posisi Jerman di Wattermal dan Espeler. Selanjutnya 17th Airborne bergerak ke Luxemburg, merebut Eschweiler dan Clervaux, serta membersihkan posisi tepi barat sungai Our dari sisa-sisa pasukan Jerman. 17th Airborne akhirnya ditarik dari medan tempur untuk beristirahat, digantikan oleh 6th Armored Division. Read More »

99th Infantry Division “Checkerboard”

Posted by Icuk On July - 3 - 2010ADD COMMENTS



99th Infantry Division “Checkerboard”

99th Infantry Division diaktifkan pada tanggal 15 November 1942. Divisi diberangkatkan dari AS pada tanggal 30 September 1944, dan tiba di Inggris pada tanggal 10 Oktober 1944. Kemudian pada tanggal 3 November 1944 divisi dipindahkan ke Perancis , dan kemudian bergerak menuju Belgia. Sepanjang bulan November-Desember 1944, divisi bertanggung jawab atas garis pertahanan di sekitar Siegfried Line, daerah sungai Roer antara Schmidt dan Monschau. Beberapa kali menghadapi serangan sporadic Jerman, sampai pada saat itu divisi belum menghadapi pertempuran besar yang sesungguhnya. Sebagai divisi yang baru didatangkan dari AS dan belum dilibatkan dalam operasi tempur, 99th Infantry Division pun dijuluki “Battle Babies”.

Namun semuanya berubah pada tanggal 16 Desember 1944, ketika Jerman melancarkan Ardennes Offensive. Sebagai “divisi bau kencur”, ternyata 99th Infantry Division mampu bertahan dari serangan Jerman sampai datangnya bala bantuan. Walaupun beberapa unit kesatuannya terkepung dan akhirnya terpaksa menyerah, tapi mereka mampu menimbulkan kerugian yang sangat besar di pasukan Jerman. Salah satu unit 99th Infantry Division yang terkenal dalam Battle of The Bulge ini adalah kisah peleton intai pimpinan Letnan Lyle Bouck Jr. dari 394th Infantry Regiment.

Letnan Lyle Bouck Jr. baru berusia 20 tahun pada Desember 1944, ketika ia bertugas memimpin peleton intai yang terdiri dari 18 personel. Menghadapi serangan Jerman pada tanggal 16 Desember 1944, ia bersama 18 anak buahnya bertahan di sebuah bukit di Lanzeranth, Belgia. Tanpa dukungan artileri dan hanya dengan dipersenjatai beberapa pucuk senapan dan senapan mesin (termasuk senapan mesin kaliber 12,7mm), peleton intai ini bertempur selama hampir 15 jam tanpa henti menghadapi serangan Jerman dari 9th Regiment, 3rd Parachute Division. Mereka akhirnya terpaksa menyerah, setelah kehabisan amunisi, luka-luka, dan 3 orang tewas. Namun mereka berhasil menahan serangan pasukan Jerman, menewaskan 400-500 tentara Jerman, dan memaksa Jerman menghentikan serangannya untuk sementara waktu. Read More »

41st Infantry Division “Jungleers”

Posted by Icuk On July - 3 - 2010ADD COMMENTS

41st Infantry Division “Jungleers”

Sejarah 41st Infantry Division dimulai saat AS terlibat dalam Perang Dunia I. Diaktifkan sebagi 41st Division pada tanggal 1 April 1917 dengan anggota kebanyakan berasal dari personel National Guard di daerah barat laut AS, divisi dilatih di Camp Green, North Carolina. Pada bulan November 1917, divisi mulai diberangkatkan ke Perancis. Namun di tengah perjalanan mereka menemui musibah ketika kapal SS Tuscania yang mengangkut mereka dihantam torpedo dari kapal selam Jerman, mengakibatkan 210 orang tewas. Tidak hanya itu, ketika tiba di Perancis pun divisi mengalami kekecewaan besar setelah markas besar Angkatan Darat memutuskan divisi tidak akan terjunkan sebagai satu unit tempur ke medan perang, namun hanya sebagai tenaga pengganti. Kebanyakan personel 41st Infantry Division pun akhirnya bertempur sebagai tenaga pengganti di Divisi ke-1,2 , 3 dan 42. Setelah perang selesai, para personel 41st Infantry Division dikembalikan ke unit National Guard asal masing-masing.

Sampai masa menjelang Perang Dunia, divisi bisa dikatakan tetap aktif namun hanya sebatas organisasi saja. Menyusul pecahnya Perang Dunia II, akhirnya pada tanggal 2 Agustus 1941 divisi diorganisasi ulang menjadi 41st Infantry Division. Bulan Februari 1942 divisi diberangkatkan ke Australia, dan tiba di Sydney pada bulan Maret 1942. Selanjutnya pada bulan Juli 1942 mereka dipindahkan ke Queensland.

Pada Desember 1942, divisi dikirim ke Papua Nugini. Di sini mereka terlibat dalam pertempuran sengit, Battle of Guna-Bona. Pertempuran itu sangat sengit, bahkan jumlah korbannya melebihi jumlah korban Battle of Gualdacanal. Tidak hanya menjadi korban dalam pertempuran, banyak pula yang menjadi korban akibat sakit dan kekurangan makan (bahkan ditemukan fakta, tentara Jepang dalam pertempuran tersebut sampai melakukan kanibalisme terhadap para tawanan perang mereka). Divisi bertempur selama tiga minggu. Mereka mendertita korban 85 tewas dan 238 luka-luka, sementara 16 oranng lainnya tewas karena sebab lain dan 584 orang menderita sakit.
Read More »

VIDEO

TAG CLOUD

Sponsors

About Me

Me it is me...

Twitter

    Photos

    DSC_0072OgAAAPI679lzDH4TSNMnUamekf_iZaxvTDjtLLdK8lq-19KeZwNOYjLFAus9G9JjnsDrE1ELf7Ierkmy0za-gviz5-IAm1T1UK7Lg3qCxkwMvltYLu5ctop0yPOjDSC00560DSC01648P8300004Plza. San Marcos-08Perth_54DSC_9554DSC_0001 (2)DSCN0352Creative Commons Share Alike 2031IMG_1164